Penyedap Rasa dan Peraroma

Setiap makanan yang ada dipasaran saat ini, banyak yang menggunakan bahan tambahan agar makanan yang disajikan menjadi bertambah mutunya. Bahan tambahan ini dapat berupa bahan tambahan dari alam atau bahan sintetis. Bahan tambahan tersebut dinamakan zat aditif makanan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan R.I No. 392/Menkes/PER/XII/76, yang dimaksud dengan aditif makanan adalah bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu mengolah makanan untuk meningkatkan mutu. Termasuk ke dalamnya adalah pewarna, penyedap rasa dan peraroma, antioksidan, pengawet, pengemulsi, anti gumpal, pemucat, dan pengental. Bahan yang sering kita jumpai pada makanan kita sehari-hari, adalah bahan penyedap rasa dan peraroma makanan. Karena dapat kita lihat dalam iklan-iklan di televisi yang mempromosikan zat aditif tersebut. Sayangnya, tidak banyak masyarakat yang mengetahui dampak dari pengkonsumsian zat-zat tersebut. Maka, timbullah pertanyaan dalam benak kita: Apa saja yang termasuk dalam zat perasa dan peraroma makanan? Dari prespektif kimia, bagaimana rumus molekul dan strukturnya? Lalu, bagaimana penggunaan serta pembuatannya? Dan yang terpenting, bagaimana dampaknya bagi tubuh kit? Insya Allah semuanya akan tersaji dalam halaman berikut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: